Mendukung pria di Hari pria Internasional

Mendukung pria di Hari pria Internasional

18 November yaitu Hari pria Internasional. Hari di mana kita sanggup menyoroti dan mendiskusikan beberapa masalah yang dihadapi pria dan kesehatan mental mereka.


sempurna pria maupun wanita mengalami masalah kesehatan mental. Namun, langkah mereka merespons seringkali sangat berbeda. pria lebih cenderung mencari bantuan dan cenderung meremehkan gejala mereka daripada wanita. Mereka juga
lima kali lebih mungkin menderita penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol.

Kabar baiknya yaitu bahwa pria menjadi lebih terbuka buat meminta bantuan saat dibutuhkan selama sepuluh tahun terakhir. Survei PIKIRAN menemukan bahwa pria memiliki kemungkinan yang sama buat menemui dokter biasa mereka sebagai wanita jika mereka merasa sedih dan tiga kali lebih mungkin menemui terapis dibandingkan tahun 2009.

Perkembangan ini positif, meskipun tetap eksis beberapa jalan yang harus ditempuh. Diperlukan lebih banyak penelitian buat menemukan langkah efektif buat mendukung kesehatan mental pria dan mengurangi risiko kematian dini bagi pria yang sedang berjuang keras.

Pencegahan bunuh diri

3 dari 4 kasus bunuh diri dilakukan oleh pria, termasuk pria berusia 40-49 tahun dengan tingkat bunuh diri tertinggi di Inggris. Alasan buat ini bervariasi dan susah buat ditentukan sepenuhnya.

Kita perlu mencari solusi, itulah sebabnya MQ mendukung penelitian pencegahan bunuh diri, seperti proyek harapanyang bertujuan buat mengembangkan model buat memprediksi siapa yang berisiko bunuh diri dengan menganalisis pemindaian otak dan data buat mengidentifikasi faktor risiko biasa.

Dr Aideen Maguire, dan timnya dari Queen’s University, Belfast, sedang mencari tahu apakah memiliki akses ke senjata meningkatkan risiko bunuh diri. Ini telah dibuktikan di AS, tetapi di Inggris – di mana hukum dan budayanya sangat berbeda – tidak eksis penelitian yang dilakukan buat memahami apakah mungkin sama. Studi inovatif Aideen memiliki potensi buat mendukung langkah-langkah baru yang penting buat mencegah tragedi bunuh diri.

JugaProfesor Rory O’Connordari Lab Penelitian Perilaku Bunuh Diri di Glasgow, terbukti bahwa program dukungan yang disampaikan melalui telepon secara efektif mengurangi upaya bunuh diri berulang.

anda sanggup membaca lebih lanjut tentang pekerjaan MQ di menghindari bunuh diri di sini.

Kesehatan fisik dan mental

Orang dengan penyakit mental berat meninggal rata-rata 15 tahun lebih awal dari populasi biasa. Ini bukan hanya disebabkan bunuh diri tetapi juga disebabkan penyakit penyerta antara kondisi kesehatan fisik dan mental.

Misalnya, penyakit jantung yaitu penyebab primer kematian pada pria, dan orang dengan penyakit jantung lebih mungkin menderita depresi, dengan kebalikannya juga benar.

MQ juga didukung penelitian oleh Dr Golam Khandaker di Universitas Cambridge pada interaksi antara depresi dan penyakit jantung. Tim Golam telah mengidentifikasi peradangan sebagai interaksi dan sekarang sedang menguji apakah pengobatan anti-inflamasi sanggup digunakan buat depresi.

Terapi digital

Hambatan bagi sebagian pria buat mengakses terapi yaitu gagasan buat mendiskusikan perasaan mereka dengan seseorang. Meskipun banyak pria sanggup menerima dan memperoleh manfaat dari terapi bicara seperti CBT, bagi banyak pria, tetap eksis stigma yang terkait dengan mendiskusikan kesehatan mental mereka, yang mencegah mereka mencari bantuan.

Di sebuah survei yang dilakukan oleh Mind22% pria mengatakan mereka lebih cenderung mencari informasi dan dukungan online, sebentar 15% mengatakan mereka lebih mungkin mencari bantuan jika mereka bisa tetap anonim.

Menggunakan teknologi digital sanggup menjadi jawaban bagi siapa saja, pria atau wanita, yang merasa tidak nyaman berkomunikasi secara tatap muka atau berjuang buat mendapatkan bantuan.

Peneliti MQ Profesor Colette Hirsch dari Kings College London telah mengembangkan yang baru intervensi berbasis bukti buat kecemasan dan depresi, yang menggunakan Cognitive Bias Modification for Interpretation (CBT-I) yang disampaikan dalam sesi singkat yang sanggup diakses. Dengan bantuan MQ, Colette sekarang mencari langkah buat memberikan perawatan ini melalui aplikasi seluler.

Peneliti MQ Dr Jen Wild dari Universitas Oxford juga menggunakan langkah inovatif buat memberi intervensi buat PTSD melalui program pemulihan SHAPE-nya. Intervensi ini secara khusus dirancang buat mengobati gejala PTSD pada petugas kesehatan dan memiliki tingkat keberhasilan 90% dalam mengurangi gejala pada uji coba awal. Hari ini intervensi ini, yang diberikan melalui telepon dan dengan jadwal yang fleksibel, diikuti di kedua sisi bumi oleh Layanan Ambulans London dan di Sydney, Australia.

Dengan bantuan anda, kami sanggup melakukan lebih banyak lagi

jika kamu mau mendukung pekerjaan MQ, eksis banyak langkah yang bisa anda lakukan. anda sanggup berpartisipasi dalam penelitian dengan menjadi sukarelawan buat belajar di sini atau ikuti tantangan penggalangan biaya seperti berlari 10k atau terjun payung di sini.

Dengan mendukung penelitian Kesehatan Mental MQ, anda sanggup membantu lebih memahami tantangan kesehatan mental yang dihadapi pria dan wanita, menemukan langkah efektif buat mengobatinya, dan pada akhirnya mencegahnya suatu hari nanti. #TanpaResearchItsJustGuesswork